Berbagai jenis organisasi telah berperan sebagai lembaga-lembaga utama dalam penerapan CRC, terutama mengelola dan mendorong proses CRC. Lembaga utama ini dapat berupa Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization– CSO), badan pemerintahan ataupun sebuah konsorsium independen. Karena berbagai perangkat keahlian dibutuhkan untuk menjalankan sebuah CRC, maka lembaga utama disarankan meminta bantuan kepada yang lainnya.
Ada tiga jenis lembaga utama yang umum:
- Organisasi masyarakat sipil (civil society organization- CSO)
- Badan pemerintahan, apakah itu badan yang terpilih, komite independen ataupun departemen pemerintah dan,
- Konsorsium independen (group), terdiri dari pegawai pemerintahan, perwakilan masyarakat sipil, akademisi dan media.
Dalam setiap kasus, maka organisasi itu harus mempertimbangkan apakah memiliki ketrampilan, sumber daya, kemandirian dan motivasi / komitmen untuk menjalankan CRC.
Kualitas apa saja yang diperlukan oleh sebuah lembaga utama?
Untuk melakukan CRC, maka lembaga utama haruslah
- merupakan bagian yang kredibel dari kota atau sektor dimana usaha ini akan dimulai
- berkomitmen memperbaiki layanan publik, dalam jangka panjang
- mampu untuk menangani pekerjaan lapangan yang berkaitan dengan survei (walaupun berarti tidak harus dapat melakukannya sendiri) dan menginterpretasi umpan balik yang terkumpul
- mau untuk membagi temuan-temuan baik yang positif maupun yang negative dan
- berpengalaman atau paling sedikit setuju untuk bekerja dengan beberapa pemangku kepentingan (media, Kalangan Organisasi Sipil, pemerintah, dan lain-lain).
Banyak keterampilan lainnya yang berkaitan dengan menjalankan CRC dapat diperoleh dari luar, kalau tidak tersedia di dalam lembaga utama itu sendiri. Melalui jaringan informal atau kerja sama formal, organisasi-organisasi ataupun individu-individu dapat dimasukkan ke dalam kelompok untuk mengisi celah-celah dimana ada kekurangan dalam ketrampilan.